Pada hakikatnya, tidak semua hal terjadi sesuai apa yang kita inginkan atau kita impikan. Dalam setiap perjalanan, akan selalu ada beragam kemungkinan, entah baik atau buruknya itu. Tugasnya manusia hanyalah selalu berusaha yang paling baik untuk memperjuangkan asa, melangitkan doa sebanyak-banyaknya memohon kehendak Sang pencipta, dan sisanya berpasrah diri dengan bersiap menerima hasilnya.
Sehingga tidak dipungkiri, perlu ada ruang dalam hati yang disiapkan untuk kecewa. Berbesar hati untuk menerima kegagalan atau kekecewaan tentu bukan hal yang mudah. Namun, menyadari bahwa kita telah berjuang dan mengorbankan banyak hal selama perjalanan, rasanya perlu menjadi penguat hati untuk tidak larut dalam keterpurukan. Sebab, menyalahkan diri dan mengutuk hal-hal yang disesali akan jauh lebih menyakitkan untuk jiwa dan raga yang sudah cukup lelah.
Maka duduklah sejenak, proses setiap bentuk emosi dan renungkanlah. Berterima kasihlah pada diri atas perjuangan yang luar biasa, atas setiap hal baik yang jadi pelajaran berharga untuk jadi lebih baik setelahnya. Karena dunia tetap berjalan bahkan setelah kegagalan dan kekecewaan yang dialami.
Satu yang pasti, jangan pernah kehilangan harapan atas segala harapan dan cita. Selama belum sampai di penghujung perjalanan, gantungkanlah selalu harapan. Setinggi apapun itu, se-betapa-pun terasa mustahilnya itu, seberapa banyak pun orang meragukanmu akan itu. Karena sesungguhnya, Tuhan tidak memiliki batas dalam pemberian. Dan sungguh Ia adalah sebaik-baiknya pemberi keputusan. Semogalah keputusan-Nya adalah yang selalu kita bawa dalam doa.
Komentar
Posting Komentar