Langsung ke konten utama

Cerita Masuk Pendidikan Teknologi Agroindustri UPI


Bismillahirrahmanirrahiim..

Assalamu'alaikum,
Perkenalkan, aku Dila Rahma Putri. Per tanggal ditulisnya postingan ini, aku masih jadi mahasiswa jurusan Pendidikan Teknologi Agroindustri di Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia, tepatnya di semester 7 akhir.
Seperti judul dari postingan ini, aku akan banyak cerita tentang kenapa aku masuk jurusan ini (biasanya kita singkat jadi Agrin), mata kuliahnya, dosen-dosen dan juga kesan-kesan selama aku kuliah di agrin. Mungkin kalian yang lagi baca adalah segelintir orang yang tertarik sama agroindustri UPI, atau mungkin temen aku, kakak tingkat, atau mungkin nantinya akan jadi adik tingkat aku(?), ya semoga ada sedikit manfaat yang bisa diambil yaa..



Pertama, alasan kenapa aku masuk Agrin. Jadi pas jaman jamannya snmptn tuh ceritanya aku udah punya pilihan jurusan dan universitas. Kalau jurusan aku ingin banget masuk arsitektur karena aku suka gambar dan ingin jadi arsitek. Kalo univ nya tadinya mau UI, cuma karena sadar nilai dan kapasitas otak wkwk jadi aku mengurungkan niat masukin UI sebagai pilihan, jadilah aku pilih Teknik Arsitektur UPI sebagai pilihan pertama (dan btw aku ikut simak UI juga tapi ga lolos, dan ga belajar juga😔). Karena biasanya kalau masalah pendidikan aku selalu diskusikan dengan ayahku, aku kasih tau lah ayah pilihan jurusanku buat snm, terus ayah bilang "ada kesempatan milih tiga jurusan kok cuma milih satu aja, sayang lah kesempatannya, coba dila cari lagi jurusan yang dila minatin"
Duh, aku stuck gatau harus milih jurusan apa lagi:( tadinya tuh mau milih sastra inggris UPI, tapi karena aku dari jurusan IPA, aku takutnya yang masuk sastra inggris tuh lebih di prioritasin yang jurusan IPS, takutnya peluang aku kecil.
Akhirnya aku ke web yang berisikan jurusan-jurusan di UPI dan cari jurusan yang kira-kira bisa aku pilih.
Singkat cerita, aku liat ada jurusan Pendidikan Teknologi Agroindustri, wah aku pikir (dengan kesotoy-annya) agro-agro-an nih mungkin tentang pertanian atau tanaman dsb, aku googling lah beberapa saat tentang jurusan agrin. Setelah beberapa saat googling, dengan 'yaudah lah' akhirnya aku memutuskan untuk memilih Agrin sebagai jurusan pilihan keduaku di snmptn, dan pilihan ketiga aku kosongin, udah stuck hehehe.
Dan pada saat pengumuman snmptn tiba, biasa lah ya, sebelum laman pengumumannya dibuka mulut udah komat-kamit berdoa biar diterima, dan pas dibukaaaa

Jeng jenggg
"Selamat Anda diterima di Pendidikan Teknologi Agroindustri"

Tau ga sih gimana perasaannya, diterima di suatu tempat yang sebenernya bukan pilihan kamu dan bahkan kesannya kaya asal pilih? Nah itulah yang aku rasain, sedih ngga, seneng juga ngga. Untuk sepersekian detik aku diem dulu dan mikir "aduh gimana ya, ambil ga ya, apa ikut sbm lagi ya, tapi ntar kalo sbm juga ga dapet gimana". Aku juga kasih kabar ke orang tua kalau aku diterimanya di jurusan Agrin, dan ayah ibu ngasih kebebasan buat ngambil atau ngga, karena kan yang jalanin aku katanya, jadi aku boleh milih.
Tambah bingung lah aku, di satu sisi bersyukur sih dapet snmptn yang ngga semua orang berkesempatan buat masuk semudah itu dan kalau aku ambil aku ga perlu belajar lagi buat sbm (maklum udah kelamaan libur, mood belajar hilang), disisi lain aku harus berjuang belajar di jurusan yang notabenenya akan banyak pelajaran terkait kimia dan biologi yang mana adalah bukan pelajaran yang aku suka, karena dulu aku lebih suka matematika dan fisika (walaupun ga pinter pinter amat sih di dua subjek itu juga).

Pada akhirnya, mungkin rasa malas belajar buat sbm lebih kuat (wkwk), dan aku percaya juga sih mungkin masuk Agrin memang jalan yang Allah kasih buat aku belajar dan yang terbaik menurut versinya Allah, karena belum tentu juga apa yang aku pilih itu yang terbaik buat aku:(
Jadi bismillah, aku memutuskan untuk ambil jurusan ini, dan officially menjadi salah satu mahasiswa baru Universitas Pendidikan Indonesia woohoooo

Tambahan, aku bersyukur dan berterima kasih sama Allah karena udah menghendaki ayah aku buat menyarankan aku buat menambah pilihan jurusan lagi, karena sepertinya kalau ayah ngga ngomong gitu, aku akan tetep dengan pendirian pilih satu jurusan aja dan gatau akan kuliah dimana, sangat bersyukur bisa diterima di jurusan ini. Juga alhamdulillah, ayah sangat berperan dalam kehidupan perkuliahan dila dan akan selalu jadi bagian dalam cerita alasan dila terjerumus(?) di jurusan ini, terima kasih yah!

Itu sih cerita yang detailnya kenapa bisa masuk Agrin, buat kelanjutan ceritanya akan di posting selanjutnya yaa! Karena niatnya ini mau dibikin singkat, tapi ternyata gabisa terlanjur keenakan cerita. Terima kasih udah baca sampai akhir! Maaf kalo tulisannya belum rapih, insyaallah nanti akan di edit dan diperbaiki. See you di cerita selanjutnyaa!

Komentar

  1. Do you realize there is a 12 word phrase you can speak to your crush... that will trigger intense emotions of love and instinctual attractiveness to you buried inside his chest?

    That's because hidden in these 12 words is a "secret signal" that fuels a man's instinct to love, worship and care for you with all his heart...

    12 Words That Trigger A Man's Love Response

    This instinct is so hardwired into a man's mind that it will drive him to work better than ever before to love and admire you.

    Matter of fact, fueling this dominant instinct is absolutely mandatory to achieving the best ever relationship with your man that as soon as you send your man a "Secret Signal"...

    ...You'll immediately notice him expose his heart and mind to you in a way he's never experienced before and he'll distinguish you as the one and only woman in the world who has ever truly fascinated him.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Archie

  Tanggal 27 Maret udah buat rencana mau nulis tentang Archie. Mau nulis betapa senengnya punya kucing lagi setelah sekian lama, mau nulis betapa tingkah laku arci begitu menyenangkan sampai-sampai jadi pelepas penat ketika lelah pulang kerja. Tapi sekarang arci nya udah ngga ada... Sudah berapa kali rawat kucing, terus aja mati.. Jadi mempertanyakan diri sendiri, aku sebenernya bisa atau ngga ya untuk urus kucing? dan apa siap? Sakitnya lagi ketika memutuskan untuk rawat kucing, disaat itulah harus komit untuk bertanggungjawab atas sesosok nyawa. Oleh karena itu di awal udah cukup optimis rawat arci dengan dalih insyaallah sudah lebih sanggup untuk biaya-in beberapa hal. Beda dengan kucing-kucing sebelumnya.  Sudah mengupayakan yang terbaik, tapi qadarullah belum berjodoh lagi untuk bisa lama sama arci. 3 bulan kebelakang, aku senenggg sekalii.. walaupun kerasa sangat singkat terima kasih ya arcii, maaf juga belum bisa usaha yang paling maksimal buat arcii

Media Pembelajaran

     Dila Rahma Putri      1601996      Pendidikan Teknologi Agroindustri (B)      Mata Pelajaran : Produksi Pengolahan Hasil Hewani       Kompetensi Dasar :              3.26 Mengevaluasi produk olahan nabati      4.26 Memperbaiki mutu produk olahan nabati       Media Pembelajaran Modul       Mo dul ini untuk membantu mata pelajaran Produksi Pengolahan Hasil Nabati. Modul ini berisikan materi komoditas nabati, evaluasi produk olahan nabati, dan solusi untuk memperbaiki mutu produk olahan nabati. Modul ini merupakan modul untuk mencapai kompetensi dasar menyangkut kegiatan Produksi Pengolahan Hasil Nabati. Berikut ini modul pembelajaran materi ini : MODUL   Prezi      Prezi adalah media presentasi den gan tampilan yan g san gat menarik. Pada prezi ini dituliskan rankuman ...

Another 20th of June

On this day 26 years ago, a little baby girl was born, named Dila Rahma Putri. Her dad named her Dila after a young girl whom he met a few years before. He said that the young girl was really nice, polite, and religious. The rest of the name was made by him. So he said that the meaning of her full name was "You were born as a daughter who brings grace" with also the hope she would be nice, polite, and religious as well. What a beautiful name he gave. Her mom and dad raised her very well. She was thought to be independent, caring, honest, and grateful. They gave her so many values in life that she applied in her daily life. So for her, they were her biggest influencers in life.  She grew up as an independent being, she was brave and strong. Her journey in life brings he to this phase. Especially after her dad passed away. She at first felt that she was forced to be mature earlier because she had to. But she was grateful for that, hoping that she could help her family through s...